Halo, perkenalkan, nama saya St. Aliyah Nabila, akrab disapa Nabila. Saya adalah mahasiswi Universitas Negeri Makassar, Jurusan Teknik Informatika dan Komputer. Saat ini, saya juga menjadi sukarelawan di Yayasan Sipakatau Anak Harapan. Awalnya, saya tertarik untuk bergabung sebagai sukarelawan setelah melihat pamflet open recruitment yang sering muncul di Explore dan Instagram Story teman-teman saya. Niat awal saya sebenarnya hanya untuk menambah pengalaman, tetapi setelah diterima dan mulai beraktivitas sebagai sukarelawan, saya merasakan dampak yang jauh lebih besar dari yang saya bayangkan.
Saya ditempatkan di Panti Asuhan Rezky Ilahi. Pada minggu pertama mengajar di panti asuhan tersebut, saya merasa nervous, takut, dan di sisi lain senang bisa mencoba pengalaman baru. Saya mengajar banyak anak-anak dengan karakter yang berbeda-beda, dan mata pelajaran yang saya ajarkan adalah bahasa Inggris. Anak-anak yang saya ajar bernama Yusran, Suci, dan Alya.
Saya ingin bercerita sedikit tentang mereka. Pertama, Yusran. Meskipun baru kelas 4 SD, Yusran memiliki antusiasme belajar yang tinggi. Dia selalu penasaran dan sering bertanya. Saya senang mengajarnya sambil bermain, karena rasanya seperti bermain dengan adik sendiri. Kemudian ada Suci dan Alya, yang sudah duduk di bangku SMP. Mengajar mereka terasa seru karena kami memiliki banyak kesamaan dan bisa saling relate dalam banyak hal. Suci, misalnya, suka belajar dengan metode praktik langsung. Saya terkejut karena Suci cukup menguasai kosakata bahasa Inggris, sehingga mengajarnya menjadi lebih mudah. Alya, di pertemuan awal, terlihat kesulitan dalam pengucapan dan tidak pernah bertanya; dia hanya menyimak. Namun, seiring berjalannya waktu, saya melihat adanya peningkatan kemauan belajar pada diri Alya. Dia mulai bertanya tentang hal-hal dasar hingga selalu ingin mencoba melatih pelafalan bahasa Inggris.
Awalnya, saya berpikir kehadiran saya di panti asuhan ini tidak akan membawa dampak yang besar. Saya tidak berekspektasi terlalu tinggi, tetapi setiap minggu, saya melihat motivasi dan antusiasme belajar dari adik-adik ini semakin meningkat. Mereka selalu menantikan kedatangan saya, dan itu sangat menyentuh hati. Saya juga selalu mengingat kata-kata Kak Adilah Yasmin Hatta, founder Yayasan Sipakatau Anak Harapan, yang mengatakan, "Setidaknya mereka memiliki keinginan untuk mau belajar." Perubahan yang saya lihat dari anak-anak panti adalah meningkatnya motivasi belajar mereka.
Metode pembelajaran yang saya gunakan cukup bervariasi tetapi tetap santai, seperti belajar sambil bermain. Saya tidak menuntut mereka untuk menguasai materi secara sempurna; yang penting adalah mereka memahami dasar-dasar vocabulary, grammar, speaking, writing, dan reading. Saya teringat satu momen ketika saya mengajarkan materi kepada Suci. Ia menjawab pertanyaan-pertanyaan dan mengisi worksheet dengan baik, lalu tiba-tiba berkata, “Saya mempelajari ini di sekolah, rasanya mudah.” Mendengar itu, saya merasa sangat bangga karena materi yang saya ajarkan ternyata bermanfaat bagi pendidikannya.
Alya pun sering bertanya tentang materi bahasa Inggris yang diajarkan di sekolah dan meminta bantuan saya untuk mengerjakan PR. Suci bahkan pernah bercerita bahwa ia mendapatkan bintang karena berhasil menjawab pertanyaan di kelas. Melihat Suci bercerita dengan penuh semangat dan bangga membuat saya turut merasa senang dan terus mendorongnya untuk belajar lebih giat. Ah! Tak lupa juga, Suci pernah bercerita bahwa dia mendapatkan bintang karena menjawab pertanyaan. Melihat dia bercerita dengan senang dan penuh bangga, saya juga ikut senang dan memberi dorongan kepada Suci. Saya merasa sangat bangga dan bahagia melihat kemajuan mereka setiap harinya.
Saya banyak belajar dari kegiatan ini, terutama dalam memahami metode belajar yang efektif serta karakter anak. Terkadang, langkah kecil membawa perubahan yang lebih besar dari yang kita duga. I’m destined to be in this space. Kebahagiaan terbesar saya adalah menyaksikan mereka semakin percaya diri dan bersemangat belajar.
Ketulusan dalam berbagi ilmu akan selalu menemukan jalannya untuk kembali sebagai kebahagiaan. Melihat cahaya antusiasme di mata anak-anak adalah hadiah terbesar bagi saya.
Penulis : St. Aliyah Nabila
08-11-2024